Di sebuah
kecamatan kecil di sebelah timur Pulau Jawa, calon keluarga kecilku yang
terdiri dari ayah dan ibu sedang menunggu kehadiran anak pertamanya yang
nantinya akan menjadi sumber kebahagiaan bagi keduanya. Alhamdulillah, atas berkat,
rahmat dan Karunia Allah SWT, terdengar suara tangisan bayi yang sangat mungil,
berjenis kelamin perempuan, dan memiliki berat badan 2,6 kg lahir di muka bumi
dari rahim seorang ibu yang penuh dengan kasih sayang. Sang bayi lahir di
sebuah klinik bersalin tepatnya di suatu gang kecil yang bertempat di JL. KH.
Moch Kholil, Kecamatan Bangkalan, pada hari Kamis tepatnya Malam Jumat Kliwon,
tanggal 22 Desember 1994 ia dilahirkan dari rahim ibu R. Enny Yuliastutik,
dengan suaminya Suwarno. Bayi mungil itu adalah saya, yang mereka beri nama
“Desyta Ayu Suwardani”. Dan orangtua saya memberi nama panggilan “Desy” utnuk
anak pertamanya. Orangtua saya memberi nama dengan berbagai makna, dimulai dari
kata:
“Desyta” hanya karena pada saat itu saya lahir
tepat pada bulan Desember.
“Ayu” menurut bahasa jawa yang berarti cantik, cantik paras,
cantik hati, yang senyumnya dapat menentramkan hati. Amin....
Dan nama yang
terakhir, yaitu “Suwardani”. Saya yakin orangtua saya tidak
akan salah memberikan nama ini, dan alangkah beruntung serta bangganya saya
membawa marga ini pada akhir nama saya. Karena kata ini sesungguhnya tidak
memiliki makna khusus, hanya sebuah singkatan kata. Suwar, diambil dari nama ayah
saya, Suwarno. Da hanyalah sebagai kata penghubung yaitu dan, kemudian kata Ni diambil dari nama ibu saya yaitu Yuni. Jadi, makna dari kata “Desyta Ayu
Suwardani” yaitu anak perempuan cantik yang lahir di bulan Desember anak dari
Suwarno dan Yuni. Nama yang sangat sederhana namun mengandung makna yang indah.
Masa
kecil saya habiskan di sebuah gang kecil, tempatnya tidak jauh dari pusat Kota
Bangkalan tepatnya di JL. KH. Moch. Kholil VII nomor 16 yang terkenal dengan
sebutan “kramat tikus”. Nama daerah yang unik namun isinya penuh dengan para
tetangga yang penuh dengan keramahan. Karena letaknya berada di pusat kota,
alhamdulillah saya tidak merasa kekurangan apapun bila dibandingkan dengan
anak-anak seusia saya yang kala itu yang berada jauh dari hiburan, pendidikan
yang layak, dan lingkungan yang memadai, justru saya sebaliknya. Alhamdulillah
orangtua saya selalu memfasilitasi apapun yang saya inginkan, selama keinginan
saya tidak berlebihan bagi mereka.
***
Tak terasa waktu
sudah terus berganti. Setiap tahunnya kalenderpun berubah. Saat itu, di tahun
2012 saya mencoba peruntungan untuk masuk Universitas Negeri dengan mengikuti
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Saya memilih Universitas
Trunojoyo Madura dan jurusan PGSD sebagai pilihan pertama, sedangkan tekhnik
informatika pada pilihan kedua. Atas bantuan Allah SWT dan berkat doa yang saya
haturkan setiap sholat, alhamdulillah saya di terima sebagai mahasiswa
Universitas Trunojoyo Madura jurusan PGSD. Tahun 2012/2013, merupakan awal
saya masuk dan diterima sebagai mahasiswa aktif di UTM. Sejak kecil saya
sudah pernah bertekad akan mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa. Karena guru
SMA saya pernah berkata, bahwa terputusnya amalan kita pada saat meninggal
selain tiga perkara yaitu amal jariyah, doa anak shaleh, dan ilmu yang
bermanfaat. Saya berharap ilmu apapun yang nantinya saya bagikan kepada siswa
saya, semoga dapat bermanfaat untuk kedepannya. Amin.
Selain di sibukkan dengan kegiatan
kampus, dalam hal bisnis saya disibukkan dengan toko online saya yang membuka
jasa karikatur atau ilustrasi sebagai tambahan uang jajan. Memang tidak
dipungkiri bahwa mahasiswa zaman sekarang harus memiliki uang jajan yang cukup.
Entah itu untuk keperluan tugas, apalagi kalau sudah hangout sama teman. Sejak
SMA kelas 1 saya memang sangat suka sekali mencoba bisnis kecil-kecilan. Mulai
dari jualan bros dari flanel. Saya masih ingat sekali ketika saya mempromosikan
hasil bros saya di depan para guru-guru SMA. Dan alhamdulillah tidak sedikit
para guru yang memuji usaha saya yang bisa berbisnis tanpa malu. Bahkan ketika
kelas 2 SMA saya juga pernah sampai jualan air gelas di dalam kelas. Malu?
Tidak. Malah banyak sekali teman-teman saya yang mendukung apapun bisnis yang
saya jalankan.
Kembali lagi dari bisnis ilustrasi, dari bisnis
ilustrasi ini saya meraup untung yang cukup besar. Lumayan, kita tanpa
mengeluarkan modal sepeserpun, hanya modal laptop, aplikasi grafis, dan
kreatifitas, maka customerpun puas. Setiap bulannya saya bisa mendapatkan
keuntungan kurang lebih Rp. 300.000. Lumayan untuk menambah uang jajan.
***
Hari ini, tepatnya di tanggal
22 Desember 2014 usia saya bertambah satu, dari umur 19 menjadi 20, dari yang
awalnya berkepala satu menjadi berkepala dua. Dan seharusnya dari yang selalu
bersikap kekanak-kanakan mulai ditingkatkan lagi agar lebih dewasa. Tentu
kedepannya akan banyak perubahan dari kepala dua ini. Semakin banyak kepalanya
semakin banyak pula tantangan yang akan dihadapi. Apalah arti sebuah angka jika
kita selalu bersyukur kepada Allah sang maha pemberi hidup. Saya bertekat, saya
harus mengalami perubahan! Perubahan yang berbeda dengan biasanya.
Sudah cukup hidup yang serba flat! Okay.
Saya berterimakasih banyak untuk orang-orang yang ada di sekitar saya, yang
selalu memberikan support-nya sampai saat ini. Terimakasih sudah masuk dalam
catatan penting kehidupan saya selama saya menempati angka sepuluh-an. “Make a
wish”-nya tahun ini, semoga tidak ada Desyta Ayu Suwardani yang lemah dan
kurang menyukai tantangan. Life is too short to worry about anything
that’s not chalenging. Let’s help me to spend my age with perfect happiness,
won’t you? ;)


