2.1 Pengertian Geografi
Geografi berasal dari bahasa yunani, geos yang berarti bumi
dan graphein yang berarti lukisan. Secara harfiah adalah lukisan ataupun
gambaran bentuk dari bumi. Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan
oleh Erastothenes pada abad ke-1. Menurutnya, geografi berasal dari kata
geographyca (bahasa Yunani). Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan,
uraian, lukisan atau deskripsi (pemerian). Berdasarkan asal kata tersebut,
geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau
mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi.
Geografi merupakan salah satu mata pelajaran dari cabang
IPS. Sumbangan terbesar geografi adalah “tempat” atau “bumi sebagai tempat tinggal
manusia”. Di mana manusia dengan lingkungannya berinteraksi dan membentuk
karakteristik tempat tertentu berbeda dengan lainnya. Dengan demikian geografi
adalah ilmu pengetahuan “sintesis” bukan ilmu pengetahuan “sistematik”, seperti
sejarah, sosiologi, ekonomi dan antropologi.
Ilmu pengetahuan yang diberikan pada jenjang pendidikan
dasar bertujuan untuk mengetahui bentuk dan struktur permukaan bumi .
Oleh karena itu , diperlukan suatu media untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat
di sekolah baik teori maupun praktek .
Pengetahuan dan keterampilan analisis geografi merupakan
salah satu bidang ilmu pendidikan yang memerlukan pendekatan terhadap alam di
sekitarnya. Berikut ini beberapa definisi Geografi menurut para ahli :
Claudius Ptolomaeus (abad ke-2) Geografi adalah suatu
penyajian dengan peta dan sebagian pemukaan bumi yang menunjukkan kenampakan
umum yang terdapat padanya.
Preston E James Geografi dapat diungkapkan sebagai induk
dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak bidang ilmu pengetahuan
selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
Lobeck (1939) Gegografi adalah suatu studi tentang hubungan
– hubungan yang ada antara kehidupandengan lingkungan fisiknya.
Frank Debenham (1950) Geografi adalah ilmu yang bertugas
mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara
kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi
antara manusia dan alam.
Maurice Le Lannou (1959) Objek study geografi adalah kelompok
manusia dan organisasinya di muka bumi.
James Fairgrive (1966) Geografi memiliki nilai edukatif yang
dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab
terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa petasangat penting
untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
Strabo (1970) Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi,
karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan.
Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place.
Paul Claval (1976) Geografi selalu ingin menjelaskan gejala
dari segi hubungan keruangan.
Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari hubungan kausal
gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang
menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui
pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan
program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) Geografi
adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena
geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks
keruangan.
2.2 Konsep Dasar Geografi
Konsep adalah suatu pengertian yang didasarkan dari
sekumpulan data yang memiliki ciri-ciri yang sama, konsep juga dapat diartikan
sebagai idea didalam pikiran (abstraksi) tentang sesuatu. sedangkan konsep
dasar dapat diartikan senagai konsep yang penting yang perlu di ketahui dalam
mempelajari sesuatu.
Konsep dasar geografi adalah konsep yang perlu diketahui
dalam mempelajari geografi. Konsep tersebut berguna untuk memudahkan atau
menelaah berbagai gejala, faktor, dan masalah-masalah geografi. Konsep geografi
bisa terdiri atas satu kata. Misalnya benua, negara, wilayah, sawah, laut, sungai,
sungai dll. Atau bisa juga terdiri atas ungkapan misalnya bentang alam,
lingkungan hidup, bumi sebagai planet dan sebagainya. Berikut adalah 10
konsep-konsep dasar geografi:
Konsep Lokasi
Yaitu suatu tempat di permukaan bumi akan mempunyai nilai
tinggi apabila dihubungkan dengan kondisi sosial yang baik.
Contoh:
Nilai/harga lahan untuk permukiman akan berkurang apabila
berdekatan dengan makan.
Peternakan akan ditempatkan di desa (jauh dari keramaian)
untuk keberhasilan ternaknya.
Konsep Jarak
Yaitu unsur jarak akan diperhitungkan apabila berhubungan
dengan keuntungan yang didapat.
Contoh:
Nilai lahan akan semakin mahal bila semakin dekat dengan
jalan raya atau pusat keramaian.
Harga hasil pertanian akan semakin mahal, apabila dibawa
dari daerah yang sangat jauh karena resiko semakin mahal.
Konsep Keterjangkauan
Yaitu interaksi antar satu daerah dengan daerah lain akan
terjadi apabila terdapat sarana transportasi yang memadai.
Contoh:
Surabaya – Pacitan dapat ditempuh dengan mobil/bis.
Gresik – P. Bawean dapat ditempuh dengan kapal laut.
Konsep Pola
Yaitu bentukan khas, hasil interaksi gejala alam satu dengan
gejala alam lainnya atau hasil interaksi antara manusia dengan
lingkungannya.
Contoh:
Yaitu pola aliran sungai banyak berhubungan dengna jenis
batuan atau relief daerahnya.
Pola pemukiman sering terkait dengan pantai, sungai, dan
sebagainya.
Konsep Morfologi
Yaitu bentuk pemukiman bumi terjadi sebagai hasil dari
gejala alam ataupun gejala manusia
Contoh:
Daerah Delta terbentuk akibat dari proses pengendapan oleh
lumpur sungai.
Daerah gunung api terbentuk dari proses penyusupan
magma.
Konsep Aglomorasi
Yaitu penduduk akan kecenderungan untuk mengelompok pada
keadaan sosial ekonomi yang sejenis, atau keadaan alam yang menguntungkan.
Contoh:
Orang-orang kaya banyak yang tinggal di perumahan
elit.
Para dosen lebih suka tinggal di perumahan dosen.
Konsep Nilai Kegunaan
Yaitu manfaat sesuatu daerah mempunyai nilai yang berbeda
antara satu orang dengan lainnya.
Contoh:
Daerah wisata Kota Batu, nilainya berbeda bagi setiap orang.
Oleh karena itu, ada orang yang sering mengunjungi, ada yang tidak pernah
mengunjunginya.
Konsep Interkasi dan Interdependensi
Yaitu sebuah daerah yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya
sendiri, sehingga memerlukan interaksi dengan daerah lain, maka akan terjadi
gerakan orang, barang, dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan sebagainya.
Contoh:
Gerakan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang.
Gerakan barang dari daerah berlebihan (produsen) ke daerah
kekurangan (konsumen).
Konsep Diferensiasi Areal (Struktur Keruangan)
Yaitu hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan yaitu
daerah dengan kenampakan yang khusus.
Contoh:
Daerah dengan pemukiman padat, sedang, atau jarang.
Daerah dengan penduduk pendapat tinggi, sedang atau rendah.
Konsep Keterkaitan Keruangan
Yaitu kenampakan yang khusus dari setiap daerah akan
menimbulkan adanya saling keterkaitan antar daerah dalam hal pemenuhan
kebutuhan
Contoh:
Daerah Gresik menghasilkan semen dan daerah Madiun
menghasilkan gula, maka dua daerah tersebut akan terjadi interkasi.
Daerah Surabaya banyak tenaga ahli dan daerah Lamongan
banyak tenaga kasar, maka dua daerah tersebut akan terjadi keterkaitan.
2.3 Ruang Lingkup Geografi
Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala
alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran interelasi-interaksi
fenomena atau masalah dalam suatu ruang.
Rhoad Murphey, dalam bukunya “The Scope of Geography”, mengemukakan
3 (tiga) pokok ruang lingkup study geografi, yaitu sebagai berikut :
Geografi mempelajari persebaran dan relasi umat manusia di
permukaan bumi. Selain itu, juga mengkaji aspek keruangan tempat hidup manusia
serta bagaimana manusia memanfaatkannya.
Geografi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia
dengan lingkungan fisik (alam) sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah.
Geografi mempelajari kerangka regional dan analisis dari
region yang mempunyai ciri khusus.
Dari uraian tersebut diatas, jelaslah bahwa ruang lingkup
geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek manusia (manusiawi).