Sabtu, 22 Maret 2014

Konsep Dasar Geografi

2.1 Pengertian Geografi
Geografi berasal dari bahasa yunani, geos yang berarti bumi dan graphein yang berarti lukisan. Secara harfiah adalah lukisan ataupun gambaran bentuk dari bumi. Istilah geografi untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Erastothenes pada abad ke-1. Menurutnya, geografi berasal dari kata geographyca (bahasa Yunani). Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan, uraian, lukisan atau deskripsi (pemerian). Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi.
Geografi merupakan salah satu mata pelajaran dari cabang IPS. Sumbangan terbesar geografi adalah “tempat” atau “bumi sebagai tempat tinggal manusia”. Di mana manusia dengan lingkungannya berinteraksi dan membentuk karakteristik tempat tertentu berbeda dengan lainnya. Dengan demikian geografi adalah ilmu pengetahuan “sintesis” bukan ilmu pengetahuan “sistematik”, seperti sejarah, sosiologi, ekonomi dan antropologi.
Ilmu pengetahuan yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar  bertujuan untuk mengetahui bentuk dan struktur permukaan bumi . Oleh karena itu , diperlukan suatu media untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat di sekolah baik teori maupun praktek .
Pengetahuan dan keterampilan analisis geografi merupakan salah satu bidang ilmu pendidikan yang memerlukan pendekatan terhadap alam di sekitarnya. Berikut ini beberapa definisi Geografi menurut para ahli :
Claudius Ptolomaeus (abad ke-2) Geografi adalah suatu penyajian dengan peta dan sebagian pemukaan bumi yang menunjukkan kenampakan umum yang terdapat padanya.
Preston E James Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan” karena banyak  bidang ilmu pengetahuan selalu mulai dari keadaan muka bumi untuk beralih pada studinya masing-masing.
Lobeck (1939) Gegografi adalah suatu studi tentang hubungan – hubungan yang ada antara kehidupandengan lingkungan fisiknya.
Frank Debenham (1950) Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.
Maurice Le Lannou (1959) Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi.
James Fairgrive (1966) Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa petasangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
Strabo (1970) Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat ini kemuadian di sebut Konsep Natural Atrribut of Place.
Paul Claval (1976) Geografi selalu ingin menjelaskan gejala dari segi hubungan keruangan.
Prof. Bintarto (1981) Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
2.2 Konsep Dasar Geografi
Konsep adalah suatu pengertian yang didasarkan dari sekumpulan data yang memiliki ciri-ciri yang sama, konsep juga dapat diartikan sebagai idea didalam pikiran (abstraksi) tentang sesuatu. sedangkan konsep dasar dapat diartikan senagai konsep yang penting yang perlu di ketahui dalam mempelajari sesuatu.
Konsep dasar geografi adalah konsep yang perlu diketahui dalam mempelajari geografi. Konsep tersebut berguna untuk memudahkan atau menelaah berbagai gejala, faktor, dan masalah-masalah geografi. Konsep geografi bisa terdiri atas satu kata. Misalnya benua, negara, wilayah, sawah, laut, sungai, sungai dll. Atau bisa juga terdiri atas ungkapan misalnya bentang alam, lingkungan hidup, bumi sebagai planet dan sebagainya. Berikut adalah 10 konsep-konsep dasar geografi:
Konsep Lokasi 
Yaitu suatu tempat di permukaan bumi akan mempunyai nilai tinggi apabila dihubungkan dengan kondisi sosial yang baik.
Contoh:
Nilai/harga lahan untuk permukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan makan. 
Peternakan akan ditempatkan di desa (jauh dari keramaian) untuk keberhasilan ternaknya.
Konsep Jarak 
Yaitu unsur jarak akan diperhitungkan apabila berhubungan dengan keuntungan yang didapat. 
Contoh: 
Nilai lahan akan semakin mahal bila semakin dekat dengan jalan raya atau pusat keramaian. 
Harga hasil pertanian akan semakin mahal, apabila dibawa dari daerah yang sangat jauh karena resiko semakin mahal.
Konsep Keterjangkauan 
Yaitu interaksi antar satu daerah dengan daerah lain akan terjadi apabila terdapat sarana transportasi yang memadai.
Contoh:
Surabaya – Pacitan dapat ditempuh dengan mobil/bis.
Gresik – P. Bawean dapat ditempuh dengan kapal laut.
Konsep Pola 
Yaitu bentukan khas, hasil interaksi gejala alam satu dengan gejala alam lainnya atau hasil interaksi antara manusia dengan lingkungannya. 
Contoh: 
Yaitu pola aliran sungai banyak berhubungan dengna jenis batuan atau relief daerahnya. 
Pola pemukiman sering terkait dengan pantai, sungai, dan sebagainya.
Konsep Morfologi 
Yaitu bentuk pemukiman bumi terjadi sebagai hasil dari gejala alam ataupun gejala manusia
Contoh:
Daerah Delta terbentuk akibat dari proses pengendapan oleh lumpur sungai. 
Daerah gunung api terbentuk dari proses penyusupan magma. 
Konsep Aglomorasi 
Yaitu penduduk akan kecenderungan untuk mengelompok pada keadaan sosial ekonomi yang sejenis, atau keadaan alam yang menguntungkan.
Contoh:
Orang-orang kaya banyak yang tinggal di perumahan elit. 
Para dosen lebih suka tinggal di perumahan dosen.
Konsep Nilai Kegunaan 
Yaitu manfaat sesuatu daerah mempunyai nilai yang berbeda antara satu orang dengan lainnya.
Contoh:
Daerah wisata Kota Batu, nilainya berbeda bagi setiap orang. Oleh karena itu, ada orang yang sering mengunjungi, ada yang tidak pernah mengunjunginya.
Konsep Interkasi dan Interdependensi 
Yaitu sebuah daerah yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga memerlukan interaksi dengan daerah lain, maka akan terjadi gerakan orang, barang, dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan sebagainya.
Contoh:
Gerakan penduduk dari daerah padat ke daerah jarang.
Gerakan barang dari daerah berlebihan (produsen) ke daerah kekurangan (konsumen).
Konsep Diferensiasi Areal (Struktur Keruangan) 
Yaitu hasil interaksi antara manusia dengan lingkungan yaitu daerah dengan kenampakan yang khusus.
Contoh:
Daerah dengan pemukiman padat, sedang, atau jarang. 
Daerah dengan penduduk pendapat tinggi, sedang atau rendah.

Konsep Keterkaitan Keruangan 
Yaitu kenampakan yang khusus dari setiap daerah akan menimbulkan adanya saling keterkaitan antar daerah dalam hal pemenuhan kebutuhan
Contoh: 
Daerah Gresik menghasilkan semen dan daerah Madiun menghasilkan gula, maka dua daerah tersebut akan terjadi interkasi. 
Daerah Surabaya banyak tenaga ahli dan daerah Lamongan banyak tenaga kasar, maka dua daerah tersebut akan terjadi keterkaitan.

2.3 Ruang Lingkup Geografi
Studi geografi mencakup analisis gejala manusia dan gejala alam. Dalam studi itu dilakukan analisis persebaran interelasi-interaksi fenomena atau masalah dalam suatu ruang.
Rhoad Murphey, dalam bukunya “The Scope of Geography”, mengemukakan 3 (tiga) pokok ruang lingkup study geografi, yaitu sebagai berikut :
Geografi mempelajari persebaran dan relasi umat manusia di permukaan bumi. Selain itu, juga mengkaji aspek keruangan tempat hidup manusia serta bagaimana manusia memanfaatkannya.
Geografi mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik (alam) sebagai bagian studi keanekaragaman wilayah.
Geografi mempelajari kerangka regional dan analisis dari region yang mempunyai ciri khusus.

Dari uraian tersebut diatas, jelaslah bahwa ruang lingkup geografi tidak terlepas dari aspek alamiah dan aspek manusia (manusiawi).